AKTIVITAS ENZIM UREASE PDF

To make us know how the urease enzym and schradinger enzim react and the problem and Uji Pengaruh Konsentrasi Enzim Terhadap Aktivitas Enzim. Urease merupakam enzim yang digunakan dalam hidrolisis urea menjadi Hasil penelitian menunjukkan aktivitas spesifik urease dari kacang panjang paling. Pendahulan Tanah MetodoLogi Penelitian Waktu dan Tempat: Metode Penelitian Lanjutan kualitas tanah. Budidaya Pertanian DEPARTEMEN.

Author: Grozahn Tagor
Country: Malaysia
Language: English (Spanish)
Genre: Music
Published (Last): 16 November 2013
Pages: 382
PDF File Size: 20.90 Mb
ePub File Size: 20.35 Mb
ISBN: 217-9-36161-705-4
Downloads: 22063
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Yoshakar

Skip to main content. Log In Sign Up. Indol Media ini biasanya digunakan dalam indetifikasi yang cepat. Hasil uji indol yang diperoleh negatif karena tidak terbentuk lapisan cincin berwarna merah muda pada permukaan biakan, artinya bakteri ini tidak membentuk indol dari tryptopan sebagai sumber carbon, yang dapat diketahui dengan menambahkan larutan kovacs.

Asam amino triptofan merupakan komponen asam amino yang lazim terdapat pada protein, sehingga asam amino ini dengan mudah dapat digunakan oleh mikroorganisme akibat penguraian protein Anonim, b. Uji MR Hasilnya positif, terjadi perubahan warna menjadi merah setelah ditambahkan methyl red. Artinya, bakteri ini mengahasilkan asam campuran metilen glikon dari proses fermentasi glukosa yang terkandung dalam medium MR-VP.

Terbentuknya asam campuran pada media akan menurunkan pH sampai 5,0 atau kurang, oleh karena itu bila indikator metil ditambahkan pada biakan tersebut dengan pH seredndah itu maka indikator tersebut menjkadi merah.

Hal ini menandakan bahwa bakteri ini peragi asam campuran Aitivitas, 2. SIM Hasil yang diperoleh pada uji ini adalah positif, hal ini terlihat adanya penyebaran yang berwarna putih seperti akar disekitar inokulasi. Hal ini menunjukan adanya pergerakan dari bakteri yang diinokulasikan, yang berarti bahwa bakteri ini memiliki flagella. Dari uji juga terlihat ada warna hitam, yang berarti bakteri ini menghasilkan Hidrogen Sulfit H 2 S Anonim, d.

Artinya bakteri ini tidak mempunyai enzim sitrat permiase yaitu enzim spesifik yang membawa sitrat enzkm dalam sel Anonim, e. Media ini biasanya digunakan untuk membedakan Salmonella dan Shigella dengan bakteri Gram negatif bentuk batang lainnya bedasarkan pola fermentasi penghasil hydrogen sulfide.

Untuk pengamatan pola-pola pengunaan karbohidrat. TSIA juga mengandung natrium trisulfat, yaitu suatu substrat untuk penghasil H 2 S, ferro sulfat menghasilkan F e S precipitatbewarna hitam untuk membedakan bakteri H 2 S dengan bakteri-bakterinya Anonim, f. Uji gula-gula Glukosa, Laktosa, Sukrosa dan Manitol Uji ini dilakukan untuk mengindetifikasi bakteri yang mampu memfermentasikan karbohidrat.

Pada uji gula-gula hanya terjadi perubahan warna pada media glukosa yang enzzim menjadi warna kuning, artinya bakteri ini membentuk asam dari fermentasi glukosa. Karakteristik uraese klasifikasi sebagian mikroba seperti aktivjtas berdasarkan pada reaksi enzimatik ataupun biokimia. Mikroba dapat tumbuh pada beberapa tipe media memproduksi tipe metabolit tentunya yang dideteksi dengan interaksi mikroba dengan reagen test yang mana menghasilkan perubahan warna reagen Murray, Suatu enzim adalah suatu katalis biologis.

Hampir tiap rekasi biokimia dikatalis oleh enzim.

Muhammad Abdul Aziz/A by rizaldy anhar on Prezi

Enzim merupakan katalis yang lebih efisien daripada kebanyakan katalis laboratorium atau industri. Enzim aktiviats memungkinkan suatu selektivitas pereaksi-pereaksi dan suatu pengendalian laju reaksi yang tidak dimungkinkan oleh kelas katalis lain.

Kespesifikan enzim disebabkan oleh bentuknya yang unik dan oleh gugs-gugus polar atau non polar yang teedapat dalam struktur enzim tersebut. Beberapa enzim bekerja bersama suatu kofaktor non protein, yang dapat berupa senyawa organik maupun anorganik Lehninger, Berikut beberapa uji biokimia yang digunakan untuk identifikasi bakteri antara lain: Indol Media ini biasanya digunakan dalam identifikasi yang cepat.

Hasil uji indol yang diperoleh negatif karena tidak terbentuk lapisan cincin berwarna merah muda utease permukaan biakan, artinya bakteri ini tidak membentuk indol dari tryptopan sebagai sumber karbon, yang dapat diketahui dengan menambahkan larutan kovaks seperti Ehrlich yang megandung para-dimetil- aminobenzaldehida Choirunissa, Pada media glukosa juga terbentuk gelembung pada tabung durham yang diletakan terbalik didalam tabung media, artinya hasil fermentasi berbentuk gas Oktarina, Reaksi fermentasi gula yaitu: Pada Bacillus subtilis dapat melakukan fermentasi terhadap glukosa dengan hasil yang tidak terjadi perubahan.

  LEGO 3368 INSTRUCTIONS PDF

Hidrolisis pati Menurut Jutonosuatu bakteri mempunyai suatu enzim yang dapat menghidrolisis polisakarida, misalnya pati menjadi senyawa gula yang lebih sederhana.

Suatu bakteri yang mempunyai enzim amilase dapat menghidrolisis pati suatu polosakarida menjadi maltosa disakarida. Reaksi hidrolisis pati menjadi maltosa adalah sebagai berikut: Fraksi terdifusi dapat masuk ke dalam sel dan diproses oleh enzim intraseluler. Fraksi terdifusi di dalam sel oleh enzim maltase dihidrolisis aktivitae jauh menjadi D-glukosa.

Hasil dari fermentasi pati merupakan hasil dari penggunaan glukosa intraseluler.

Keberadaan amilase dapat diamati dengan menyaring kultur broth dan mencampunya dengan pati. Menghilangnya pati menunjukkan keberadaan amilase. Ini dapat langsung diketahui dengan menambahkan beberapa teets larutan iodin. Warna biru menunjukkan keberadaan pati, warna coklat menunjukkan hidrolisis sempurna dari pati menjadi maltase. Menurut Robert, dkk Escherichia coli tidak dapat melakukan hidrolisa pati, sementara Bacillus subtilis dapat melakukan proses hidrolisis pati. Proses hidrolisa ini biasanya memecah suatu gula yang kompleks menjadi suatu susunan gula yang sederhana, untuk mendeteksi peristiwa ini dilakukan dengan cara pemberian iod.

Iod biasanya akan bereaksi dengan pati dan akan berwarna biru. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi hidrolisa bila pati pun dapat bereaksi dengan iodium dan menghasilkan warna biru, hal ini dapat terjadi disebabkan oleh karena pati belum terpecah menjadi senyawa sederhana sehingga komponen yang bereaksi sengan iodium adalah pati.

Peptonisasi Peptonisasi adalah perubahan dari bentuk tidak larut menjadi larut pada bermacam-macam protein dan menunjukkan adanya pemecahan protein menjadi pepton yang terjadi pada keadaan aerob dan anaerob Jutono dkk, Menurut Robert, dkkEscherichia coli menunjukan terjadi peptonisasi dengan terbentuknya endapan bening dibagian dasarnya dan Bacillus subtilis menunjukkan terjadi peptonisasi dan fermentasi secara bersama-sama sehingga terjadi lapisan dan tidak terdapat whey.

Fermentasi susu Air susu mengandung bermacam-macam zat, yaitu air, karbohidrat, laktosalemak, protein kaseingaram-garam mineral dan vitamin-vitamin. Medium susu tanpa lemak digunakan untuk pengujian fermentasi, peptonisasi atau kedua-duanya yang terjadi bersama-sama.

Pada peptonisasi susu kasein dihidrolisa oleh enzim renin menjadi parakasein dan pepton-pepton yang terlarut. Parakasein itu kemudian akan bereaksi dengan garam-garam kalsium membentuk endapan kalsium para kaseinat. Pada peptonisasi sempurna endapannya terkumpul dibawah dan kemudian cairan susu menjadi jernih.

Pada peptonisasi reaksi medium menjadi basa sehingga warna indikator aktovitas bromokresol kativitas ungu terang. Pada fermentasi laktosa, berbah menjadi asam, sehingga menyebabkan kasein mengendap atau aktiviyas. Adanya asam ini akan menentukan pertumbuhan bakteri lebih lanjut, sehingga peruraian protein tidak terjadi Jutono dkk, Kasein adalah protein yang dapat bereaksi dengan asam maupun basa amfoter.

Kasein terdapat pada susu dan membentuk fasa koloid. Beberapa bakteri mensekresikan enzim seperti renin yang dapat menghidrolisis kasein. Ureaxe parakasein terlarut dan bahan akitvitas pepton. Parakasein bereaksi dengan garam kalsium membentuk kalsium parakaseinat bakteri yang cepat memfermentasikan laktosa akan menghasilkan asam yang cukup banyak dan dapat menghambat penjenuhan kasein.

Asam dapat mencegah pertumbuhan bakteri lebih jauh, bakteri yang tidak memfermentasi laktosa memproduksi renin kasar. Ini memungkinkan terjadinya peptonisasi kasein dan pembentukkan berbagai fraksi terlarut, sehingga usus menjadi basa.

Bakteri yang memfermentasi laktosa dengan lambat tidak dapat mencegah peptonisasi Sale, Pada tabung yang tidak menunjukkan perubahan warna, ditambahkan bubuk Zn untuk melihat reduksi nitrat menjadi nitrit. Bila didapatkan nitrat dalam medium, maka kaldu berubah warna menjadi merah muda atau merah karena Zn mereduksi nitrat menjadi nitrit dan nitrit ini bereaksi dengan reagen uji dan terbentuk warna merah Lay, Reduksi nitrat terjadi pada kebanyakan bakteri anaerob fakultatif dengan menggunakan nitrit.

Eschericia coli memiliki sifat biokimia yaitu jika diinokulasi pada medium glukosa, laktosa, dan sukrosa dapat melakukan fermentasi dengan membeentuk asam dan gas.

Eschericia coli juga dapat menghidrolisis amilum, pati, membentuk indol pada medium triptofan, dapat mereduksi nitrat, dan memfermentasi susu dengan menghasilkan asam. Bacillus subtillis jika diinokulasi dalam medium glukosa yaitu jika diinokulasi dalam medium glukosa dan sukrosa dapat membentuk gas, pada medium laktosa tidak dapat menghasilkan asam maupun gas.

  DIN 17230 PDF

Bacillus subtillis tidak dapat membentuk indol pada eenzim triptofan, mereduksi nitrat, dan pada medium susu dapat melakukan fermentasi dan peptonasi Breeds, Sifat-sifat biokimia dari bakteri meliputi hidrolisa lemak, penguraian protein, perubahan karbohidrat, serta reduksi bermacam-macam unsur. Gula dapat difermentasi menjadi alkohol, asam atau gas.

Tergantung pada gula dan jenis bakterinya. Escherichia coli dapat memfermentasikan sukrosa, glukosa, dan laktosa. Pada sukrosa cair, padat dan glukosa cair, padat serta laktosa padat yang pertama terbentuk adalah asam dan gas Pelczar enizm Chan Sedangkan fermentasi karbohidrat adalah perombakan monosakarida menjadi alkohol, gas karbondioksida, asam organik dan energi dengan bantuan mikrobia.

Adanya asam organik akan mengubah pH medium sehingga indikator akan memberikan enaim dan terjadi perubahan warna pada medium.

Pada indicator fenol merah yang digunakan jika dalam kondisi asam akan menjadi berwarna kuning. Semua jenis medium cair diberi tabung durham untuk menangkap gas yang terbentuk akibat hasil metabolisme sel bakteri. Pada medium laktosa padat Escherichia coli terbentuk gas pada tabung durham dan warna medium dari hijau tua berubah menjadi berwarna kuning, sedangkan pada Bacillus subtilis tidak terbentuk adanya gas dan warna akhirnya menjadi hijau muda dan hasil keduanya adalah positif.

Hal ini menunjukkan bahwa kedua bakteri ini mempunyai enzim laktose yang mampu menghidrolisis laktosa cair menjadi monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa. Pada medium laktosa cair, warna akhir Escherichia coli adalah kuning dan terbentuk gas sehingga menunjukkan hasil positif, sedangkan pada Bacillus subtilis tidak terjadi perubahan warna sehingga hasilnya negatif.

Enzim Urease Dan Enzim Schardinger

Hal ini menunjukkan bahwa Bacillus subtilis tidak mempunyai enzim laktose yang mampu menghidrolisis laktosa cair menjadi monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa. Pada medium glukosa padat, warna akhir Escherichia coli adalah kuning, sedangkan pada Bacillus subtilis warna akhirnya menjadi hijau muda dan hasil keduanya adalah positif. Pada medium glukosa cair, tidak terjadi perubahan warna pada Escherichia coli dan hasilnya adalah negatif, sedangkan pada Bacillus subtilis warna akhirnya menjadi hijau muda dan hasilnya adalah positif.

Hal ini mungkin dikarenakan adanya kontaminasi dari bakteri lain yang mampu melakukan fermentasi pada medium glukosa. Pada medium sukrosa padat, Escherichia coli tidak terjadi perubahan warna tetapi hasilnya positif karena terbentuk gas dari tabung durham, sedangkan pada Bacillus subtilis warna akhir medium menjadi kuning dan hasilnyapun positif.

Dari hasil tersebut dapat diketahui juga kedua bakteri tersebut mempunyai enzim sukrose yang mampu menghidrolisis sukrosa menjadi monosakarida yaitu glukosa aktivltas fruktosa. Adanya perubahan warna pada medium yang berisi biakan bakteri sampel yang membuktikan bahwa bakteri tersebut mempunyai enzim untuk mengubah struktur gula menjadi produk fermentasi. Perubahan warna ini juga menandakan bahwa medium terbentuk asam dan asam ini akan menyebabkan pH medium turun sehingga indikator phenol red menunjukkan aktibitas warna dari warna semula merah ataupun dari warna hijau tua.

Pengujian biokimia selanjutnya adalah mengenai kemampuan B. Uji fermentasi susu bertujuan untuk mengetahiu kemampuan bakteri dalam memfermentasi susu menjadi asam yang dapat menyebabkan kasein mengendap atau menggumpal. Uji peptonisasi bertujuan untuk mengetahui adanya pemecahan protein dari uurease tidak larut menjadi larut. Peptonisasi terjadi dalam keadaan aerob dan anerob: Bila peptonisasi sempurna, endapan terkumpul di bawah dan cairan susu menjadi jernih.

Pada fermentasi susu reaksi yang terjadi adalah: Warna kuning yang terjadi disebabkan oleh adanya respon indicator terhadap perubahan pH yang menjadi asam. Asam yang terdapat didalam medium adalah asam organik hasil fermentasi oleh E.